Kebutuhan akan space di negeri Belanda yang serba kecil ini membuat pikiranku jadi linglung. Setelah dihibahkan (tepatnya mengemis dulu sih =P) sebuah PC, monitor, dan dengan assesorisnya lengkap (credit goes to mbak Yessi), kamar jadi lebih sempit. Ya, dengan adanya monitor SIemens 17″ segede bagong dan sebuah casing, tentunya lengkap dengan motherboard ECS K8M800-M2, processor AMD Athlon64 2800+ dan embel2 elektronik lainnnya, diriku terpaksa menata ulang semuanya di atas meja panjang yang juga dihibahkan (kalo yang ini minta) -> credit goes to mas Helmi.
Dengan alasan kesehatan mata, laptopku sebelumnya sudah kulengkapi dengan keyboard dan mouse wireless. Namun, dengan adanya sebuah sistem PC lagi, yang notabene harus dijalankan dengan keyboard dan mouse juga, meja ini terasa sesak dengan dua pasang keyboard dan mouse.
Awalnya, ingin hati menjalankan PC sebagai windows server dan diakses dengan terminal remote desktop connection dari laptop. Usaha ini selalu gagal, dan sebabnya tidak kuketahui sampai sekarang, berhubung ilmu kenetwork-an ku sangat lemah. Apakah ini karena network dari PC ku-share ke laptop? I don’t know.
Anyway, setelah googling-ria, ada juga orang2 iseng di dunia internet yang men-share bagaimana caranya mengakses dua atau lebih sistem komputer dengan sepasang keyboard dan mouse. Software yang free tersebut diberi nama Synergy (dapat anda unduh di http://synergy2.sourceforge.net/) ternyata sangat unggul dalam hal ini. Hacker2 dunia maya yang membutuhkan multi monitor untuk melakukan misi2nya sangat terbantu dengan adanya freeware ini.
Aplikasinya mudah. selama dua atau n- sistem ini terhubung dengan LAN, freeware ini harus diinstall pada kedua sistem, dan dengan sedikit konfigurasi pada settingnya (sistem Windows-Windows lebih mudah untuk dikonfigurasi ketimbang Windows-OS laen , but still it can be done), kecukupan ruang itu tercapai. Saya meng-set PC sebagai server dan laptop sebagai client, dan memberitahu si software bahwa laptop berada di kiri PC dan PC di kanan laptop (step ini ternyata penting!!), dan whuzz, si mouse dengan gokilnya pindah dari satu monitor ke monitor lainnya. Very funny, fancy, and interesting! hehehe….
Laptop sebenarnya punya mouse dan keyboard yang sudah ada dari sononya di “body”nya. Namun, karena alasan2 yang saya sebutkan di atas tadi, saya tetap menjalankan Synergy pada kedua sistem yang saya punya.
Ga salah mencoba toh? tambah ilmu, tambah pusing =P. Bagi para pembaca budiman yang ingin mencoba Synergy, selamat mencoba !!!

kakak pasti bisa, kuncinya…tekun dan berdoa